Pew Memuji Pengesahan Perjanjian Internasional yang Bersejarah Untuk Tingkatkan Keselamatan di Laut

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perjanjian Cape Town oleh Organisasi Maritim Internasional akan membantu menyelamatkan nyawa dan memerangi penangkapan ikan ilegal, sehingga melindungi laut dan masyarakat yang bergantung padanya.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

LONDON, 26 Februari 2026 /PRNewswire/ — Hari ini Pew Charitable Trusts menyambut baik kabar bahwa Perjanjian Cape Town (CTA) mendapatkan cukup dukungan dari negara-negara utama penangkap ikan di seluruh dunia – termasuk Argentina, yang hari ini bergabung di dalamnya – sehingga perjanjian ini dapat diberlakukan mulai tahun depan. Perjanjian internasional yang mengikat ini akan meningkatkan standar kapal penangkap ikan untuk memastikan keselamatan awak kapal dan pengamat, serta merupakan langkah penting dalam memerangi penangkapan ikan yang ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur.

CTA akan melindungi kehidupan nelayan dengan menetapkan standar pembuatan kapal industri dan kelayakan laut terkait, dek, pemanasan, prosedur darurat, dan langkah-langkah keselamatan maupun penyelamatan nyawa lainnya. Sebelum perjanjian penting ini, sedikit sekali standar global atau kewajiban hukum internasional yang melindungi nelayan di laut. Menurut perkiraan penelitian FISH Safety Foundation yang ditugaskan oleh Pew, lebih dari 100.000 orang di sektor perikanan meninggal setiap tahun. Fokus CTA pada keselamatan dapat membantu mencegah banyak kematian.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, peningkatan standar keselamatan atas kapal penangkap ikan juga akan membantu upaya memerangi penangkapan ikan yang ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur. Dalam upaya meraup keuntungan sebesar mungkin, pelaku penangkapan ikan ilegal sering mengambil jalan pintas dalam mengelola kapal mereka, sehingga semakin membahayakan pekerja di salah satu profesi yang paling berbahaya di dunia ini. Tata kelola yang lebih baik dan pengawasan terstandarisasi atas ketentuan keselamatan kapal akan meningkatkan peluang mendeteksi dan mencegah penangkapan ikan yang ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur.

Diterima oleh Organisasi Maritim Internasional pada tahun 2012, CTA yang terutama diterapkan pada kapal baru berukuran minimal 24 meter ini akan mulai berlaku tahun depan setelah disahkan oleh 28 negara (lebih banyak daripada 22 negara yang dipersyaratkan). Agar dapat diberlakukan, perjanjian ini juga harus mencakup setidaknya 3.600 kapal. Patokan ini juga telah terlampaui saat pengesahan terakhir.

CTA melengkapi dua perjanjian internasional yang telah lama ada, sehingga pelaku yang tidak bertanggung jawab akan lebih sulit memanfaatkan celah dalam peraturan perikanan. Termasuk Agreement on Port State Measures (PSMA) oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mewajibkan semua pihak memperkuat dan menyelaraskan pengawasan di pelabuhan; dan Konvensi Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan yang dikeluarkan oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO), yang menetapkan standar yang mengikat tentang keselamatan dan ketenagakerjaan di laut.

Momentum untuk tata kelola laut yang lebih kuat semakin meningkat. Sejak tahun 2022, empat perjanjian internasional utama telah diterima atau diberlakukan, yakni Convention on Biological Diversity, Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework pada tahun 2022, Perjanjian Subsidi Perikanan oleh Organisasi Perdagangan Dunia pada tahun 2025, Perjanjian Laut Lepas, atau Perjanjian PBB tentang Konservasi dan Pemanfaatan Berkelanjutan Keanekaragaman Hayati Laut di Wilayah di Luar Yurisdiksi Nasional pada bulan Januari 2026, dan sekarang CTA. Semua perjanjian ini menandai perubahan besar menuju upaya untuk menjamin kesehatan ekosistem laut dan manusia dalam jangka panjang.

Kata Peter Horn, pemimpin upaya mengakhiri penangkapan ikan ilegal di The Pew Charitable Trusts:

"Dengan memberlakukan Perjanjian Cape Town, pemerintah telah mengambil langkah penting untuk meningkatkan keselamatan nelayan di laut; memperkuat upaya mengakhiri penangkapan ikan yang ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur; dan meningkatkan keberlanjutan perikanan melalui pengawasan dan tata kelola yang lebih baik terhadap armada penangkapan ikan.

"Sampai sekarang, nelayan kurang mendapatkan perlindungan keselamatan yang setara dengan pelaut lainnya. Lebih dari 100.000 orang meninggal setiap tahun di sektor perikanan global, jadi tindakan perlindungan sangat penting. Setelah mulai berlaku tahun depan, perjanjian ini akan jauh lebih meningkatkan standar kehidupan dalam industri perikanan, dan pada akhirnya akan mengurangi angka kematian akibat penangkapan ikan.

"Perjanjian Cape Town melengkapi beberapa perjanjian laut lainnya yang penting. Namun rencana yang ambisius untuk tata kelola berkelanjutan ini akan efektif hanya bila dilaksanakan dengan baik. Kini negara-negara harus turut menepati janji dan memberikan perlindungan pada perikanan global dan nelayan serta seluruh ekosistem lautan."

Didirikan pada tahun 1948, Pew Charitable Trusts menggunakan data untuk menciptakan perbedaan. Pew menjawab berbagai tantangan dunia yang terus berubah ini dengan menyoroti masalah, menciptakan landasan bersama, dan memajukan proyek-proyek ambisius yang mewujudkan kemajuan nyata.

Kontak Media: Leah Weiser, 202-591-6761, lweiser@pewtrusts.org

Berita Terkait

Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama
Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga
Dahua Technology Luncurkan WizColor 2.0, Tingkatkan Solusi Pemantauan Berwarna di Kondisi Minim Cahaya
Risen Energy Raih Pesanan Modul HJT 1,2 GW dari China Huaneng Group, Semakin Memperkuat Posisinya sebagai Pemimpin Industri
Fortune perluas kepemimpinan di Asia dengan Direktur Editorial dan Kepala Brand Studio baru
Laporan GSMA Mendesak Jepang Agar Berani Mengubah Keunggulan Teknis Menjadi Kepemimpinan Digital Global
HIKMICRO Kian Gencar Berekspansi di Segmen Pasar Instrumen Industri Melalui Peluncuran Radar Level Meter Seri LRG10
Laporan Resmi: “Power Grid Private Wireless Network” — Masa Depan Sistem Komunikasi Kritis di Sektor Energi

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 02:30 WIB

Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama

Kamis, 16 April 2026 - 01:00 WIB

Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga

Kamis, 16 April 2026 - 00:21 WIB

Dahua Technology Luncurkan WizColor 2.0, Tingkatkan Solusi Pemantauan Berwarna di Kondisi Minim Cahaya

Kamis, 16 April 2026 - 00:07 WIB

Risen Energy Raih Pesanan Modul HJT 1,2 GW dari China Huaneng Group, Semakin Memperkuat Posisinya sebagai Pemimpin Industri

Rabu, 15 April 2026 - 22:38 WIB

Fortune perluas kepemimpinan di Asia dengan Direktur Editorial dan Kepala Brand Studio baru

Berita Terbaru