Mempercepat Layanan Publik yang Mengutamakan Masyarakat Melalui AI dan Transformasi Digital

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Huawei's Saeed Xia presents onstage at MWC 2026

Huawei's Saeed Xia presents onstage at MWC 2026

BARCELONA, Spanyol, 26 Maret 2026 /PRNewswire/ — Artikel berita dari SmartCitiesWorld

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Setelah banyak pemerintah di seluruh dunia bergerak menuju transformasi digital berbasiskan AI, Huawei mengeksplorasi bagaimana platform terintegrasi, kecerdasan data, dan inovasi "chat to process" menata ulang layanan publik, mendorong efisiensi, serta meningkatkan kepuasan masyarakat.

Kalangan pemerintah di berbagai negara semakin dituntut untuk menyediakan layanan yang lebih cepat, mudah diakses, dan transparan bagi masyarakat. Di tengah penduduk yang menua, tingginya ekspektasi masyarakat, serta keterbatasan anggaran, pemerintah harus meninjau kembali cara merancang dan memberikan layanan publik—dan solusi digital berbasiskan AI mendukung pemerintah menjawab tantangan tersebut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tantangan tersebut, beserta solusi potensial, menjadi fokus utama dalam "Global AI+ Public Service Summit" yang digelar oleh Huawei Government Public Services Digitalization BU sebagai bagian dari ajang Mobile World Congress Barcelona 2026 (MWC). Di acara ini, pemimpin sektor publik, pakar teknologi, dan pembuat kebijakan berdiskusi seputar digitalisasi dan AI yang dapat mentransformasi layanan pemerintah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Seperti disampaikan Saeed Xia, President, Huawei Global Public Service BU, dalam sesi tersebut di MWC, tantangan ini bersifat global. "Pemerintah di seluruh dunia berhadapan dengan portal yang terfragmentasi, layanan daring yang terbatas, waktu pemrosesan yang lama, serta pengalaman pengguna yang kurang optimal akibat kesenjangan data, kurangnya integrasi, dan kemampuan digital-teknologi cerdas yang masih lemah," ujarnya.

Huawei's Saeed Xia presents onstage at MWC 2026
Huawei’s Saeed Xia presents onstage at MWC 2026

Hambatan struktural ini berdampak nyata bagi masyarakat, seperti waktu tunggu yang lama, pengisian dokumen yang harus dilakukan berulang-ulang, serta proses administrasi yang kompleks. Kendala tersebut dapat menurunkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan publik. Dengan demikian, penyelesaian kendala tersebut menjadi prioritas utama dalam strategi transformasi digital nasional.

Pemerintahan Digital sebagai Prioritas Strategis

Program pemerintahan digital tidak hanya bertujuan meningkatkan layanan publik, namun juga memperkuat tata kelola, menekan biaya, dan meningkatkan transparansi.

Menurut Xia, program ini lebih dari sekadar adopsi teknologi baru: "Transformasi digital pemerintahan merupakan prasyarat di seluruh dunia dengan tiga tujuan utama—meningkatkan pengaruh internasional dan pertumbuhan ekonomi, memodernisasi tata kelola pemerintahan untuk menekan biaya dan membangun kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan layanan publik yang lebih baik demi meningkatkan kepuasan masyarakat."

Masyarakat kini semakin mengharapkan layanan publik yang praktis, personal, dan dapat diakses melalui perangkat seluler, kapan saja. Tuntutan demikian meninggalkan pendekatan birokrasi tradisional. Untuk mewujudkannya, pemerintah harus beralih dari proyek digital yang terpisah menuju platform terintegrasi yang menghubungkan berbagai instansi, data, dan layanan.

Cetak Biru Layanan Publik Berbasiskan AI

Di ajang tersebut, Huawei meluncurkan Solusi Global Public Service yang membantu pemerintah membangun sistem layanan yang cerdas dan berfokus pada masyarakat

Solusi ini menjadi acuan bagi negara dalam memodernisasi layanan publik melalui infrastruktur digital, platform data, dan aplikasi berbasiskan AI. Intinya, arsitektur "1 fondasi digital + 1 platform cerdas + N aplikasi industri" guna menciptakan layanan yang terintegrasi, efisien, dan mudah diakses melalui berbagai kanal.

An illustration of the architecture of Huawei's Global Public Service Solution
An illustration of the architecture of Huawei’s Global Public Service Solution

Xia menjelaskan visi ini sebagai layanan publik yang benar-benar berpusat pada masyarakat: "Layanan publik yang ideal harus berorientasi pada masyarakat, efisien, dan transparan. Sistem ini menyediakan layanan terpadu selama 24/7 di berbagai kanal, dengan integrasi daring dan luring, tanpa dokumen kertas, serta prosesnya selesai dalam satu kali kunjungan," ujarnya.

Model tersebut menyederhanakan pengalaman masyarakat ketika menggunakan layanan publik dengan akses yang mencakup berbagai layanan lewat portal terpadu, aplikasi seluler, kios, atau pusat layanan. Alih-alih berpindah antarinstansi dan formulir, masyarakat dapat menyelesaikan proses kompleks melalui satu antarmuka digital.

Pendekatan Huawei juga menekankan integrasi data dan kemampuan AI. Arsitektur ini mencakup platform layanan untuk penyediaan layanan daring, platform data untuk pengelolaan dan tata kelola data yang aman, serta platform AI yang mendukung aplikasi seperti pemrosesan bahasa alami, asisten digital, dan perizinan otomatis.

AI dan Kemunculan Layanan "Chat-to-Process"

Pemerintah semakin gencar memanfaatkan chatbot berbasiskan AI, asisten suara, dan sarana verifikasi otomatis untuk mempercepat interaksi rutin dan meningkatkan layanan.

Huawei menghadirkan konsep layanan "chat-to-process" yang membantu masyarakat menyelesaikan urusan administrasi melalui interaksi dengan antarmuka AI. Hal tersebut menyederhanakan interaksi dengan pemerintah—masyarakat cukup menyampaikan kebutuhan dalam bahasa alami tanpa harus mengisi formulir atau membuka situs. Di sisi lain, instansi pemerintah juga diuntungkan berkat pekerjaan manual yang lebih sedikit, dan proses perizinan yang semakin cepat—dengan estimasi peningkatan kepuasan masyarakat dan efisiensi manajemen sekitar 30%.

Salah satu contoh berasal dari Shenzhen. Di kota ini, aplikasi iShenzhen milik pemerintah dilengkapi asisten AI cerdas yang mendukung lebih dari 50 topik untuk 4.000 layanan publik umum—termasuk peristiwa kelahiran dan adopsi, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, keselamatan kerja, serta pendirian dan perubahan perusahaan.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

A look at how Shenzhen's AI chatbot supports citizen outcomes
A look at how Shenzhen’s AI chatbot supports citizen outcomes

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Dikenal sebagai Shenxiao i, asisten AI ini memiliki kemampuan tanya-jawab cerdas, percakapan, dan layanan kebijakan pintar. Tingkat pemahaman niat (intention recognition) Shenxiao i mencapai sekitar 97%, tingkat respons lebih dari 97%, dan akurasi respons di atas 94%. Kinerja ini secara signifikan mengurangi waktu yang dibutuhkan masyarakat untuk memperoleh informasi publik. Sebelumnya, masyarakat harus menghubungi saluran telepon (hotline) untuk mengetahui dokumen yang diperlukan, misalnya untuk asuransi kesehatan bayi yang baru lahir. Kini, informasi tersebut dapat diperoleh dalam hitungan detik melalui aplikasi iShenzhen.

Shenzhen Longgang sebagai Lokasi Uji Coba Global

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Untuk menunjukkan implementasi nyata dari layanan publik berbasiskan AI, Huawei bersama Shenzhen Longgang Government Service Center meluncurkan Lokasi Uji Coba Global Shenzhen Longgang AI+ Public Service.

Lewat inisiatif ini, Huawei membuktikan bahwa platform digital dan teknologi AI dapat mentransformasi layanan di berbagai tingkat pemerintahan. Lokasi uji coba tersebut mengintegrasikan layanan di tingkat distrik, jalan, komunitas, dan kampus sehingga memberikan gambaran tentang administrasi publik yang terintegrasi dan efisien, memadukan sistem layanan cerdas dan proses perizinan terpadu.

Proyek ini menunjukkan, transformasi digital dapat mengurangi waktu tunggu dan menyederhanakan interaksi masyarakat. Misalnya, platform layanan pelanggan cerdas mengintegrasikan hotline, loket layanan, dan layanan mandiri dengan model bahasa besar. Integrasi tersebut membantu masyarakat mendapatkan layanan melalui kanal pilihan mereka dengan respons yang konsisten.

Platform ini telah mencapai tingkat konektivitas hotline sebesar 98%, sedangkan sistem verifikasi berbasiskan AI meningkatkan akurasi perizinan hingga lebih dari 95%. Hasil tersebut menunjukkan potensi AI dalam meningkatkan layanan pemerintah sehari-hari, mulai dari perizinan hingga layanan sosial.

Menuju Layanan Publik yang Berfokus pada Masyarakat

Dari diskusi yang berlangsung di "Global AI+ Public Service Summit" dan peluncuran solusi terbaru Huawei, faktanya jelas, reformasi layanan publik harus berawal dari kebutuhan masyarakat.

Teknologi memang membuka peluang baru, namun manfaat utamanya terletak pada peningkatan interaksi antara masyarakat dan pemerintah. Dalam forum tersebut, Xia menegaskan bahwa tujuan utama pemerintahan digital adalah menghadirkan layanan publik yang lebih sederhana, cepat, dan mudah diakses. Huawei mengemukakan konsep layanan publik yang tersedia "kapan saja, terpadu, proaktif", tepatnya sebuah sistem yang membantu masyarakat menyelesaikan kebutuhan secara efisien sekaligus membantu pemerintah beroperasi secara lebih cerdas.

Bagi pemerintah yang berhadapan dengan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, sekaligus sumber daya terbatas, pendekatan ini berperan penting menjaga kepercayaan publik dan meningkatkan kualitas layanan publik. Namun, tantangan berikutnya terletak pada upaya memastikan inovasi tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Tidak diragukan lagi bahwa AI dan platform digital menentukan masa depan pemerintahan. Meski demikian, prinsip utama dalam penerapannya harus tetap jelas. Seperti disampaikan Xia dalam penutupnya, tujuan layanan publik tetap sama—melayani masyarakat.

Berita Terkait

Esports Nations Cup 2026 Berikan Status Mitra Resmi di Lebih dari 100 Negara Untuk Membangun Masa Depan Esports Berdasarkan Negara
Temani Kumpul Keluarga, Comfee Gusto Hadirkan Kenyamanan Extra di Hari Raya
DJI Avata 360 Tetapkan Standar Baru untuk 360 Penerbangan FPV yang Lebih Imersif
Industri Pindar Tumbuh Pesat, JULO Perkuat Kualitas Kredit
Merayakan Peran Perempuan di Industri Keuangan yang Terus Berkembang
Blokees Umumkan Misi Terbaru dalam Konferensi Mitra Global Blokees 2026
Fokus pada Pemutakhiran Industri dan Kolaborasi
Dari BFA hingga Mendunia: M&G Memasok Alat Tulis dan Kantor Buatan Tiongkok Selama 20 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:40 WIB

Esports Nations Cup 2026 Berikan Status Mitra Resmi di Lebih dari 100 Negara Untuk Membangun Masa Depan Esports Berdasarkan Negara

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:44 WIB

Temani Kumpul Keluarga, Comfee Gusto Hadirkan Kenyamanan Extra di Hari Raya

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:01 WIB

DJI Avata 360 Tetapkan Standar Baru untuk 360 Penerbangan FPV yang Lebih Imersif

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:32 WIB

Industri Pindar Tumbuh Pesat, JULO Perkuat Kualitas Kredit

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:21 WIB

Merayakan Peran Perempuan di Industri Keuangan yang Terus Berkembang

Berita Terbaru

JULO menjaga kualitas kredit yang kuat di tengah pertumbuhan

Pers Rilis

Industri Pindar Tumbuh Pesat, JULO Perkuat Kualitas Kredit

Kamis, 26 Mar 2026 - 10:32 WIB